Kamis, 20 Desember 2007

Iedul Qurban

Allohu Akbar..Allohu Akbar...Allohu Akbar..... Takbir berkumandang....Mengagungkan AsmaMu

Sore malam Takbiran hujan, meski tidak terlalu lebat,tetapi karena berlangsung awet..lama,cukup membuat tanah lapang yang dipersiapkan untuk sholat Ied esok hari menjadi becek, lebih-lebih dibagian belakang tanah lapang yang biasanya disediakan untuk jama'ah perempuan, baru saja diurug tanah merah. Panitia sholat Iedul Qurban kali cukup dibuat repot.

Genangan air disana-sini, tanah merah berubah menjadi "bubur merah" . Hujan gerimis masih saja belum reda. Awet benar hujan itu membasahi bumi pertiwi. Toh demikian,tidak menyurutkan semangat panitia untuk beres-beres menyiapkan segala sesuatunya agar sholat Ied esok pagi bisa terlaksana. Remaja dan anak-anak penuh semangat mengumandangkan takbir. Loudspeaker sangat lantang menyalak menggemakan seruan takbir, menghangatkan malam takbir yang dingin dan lembab oleh hujan sejak sore tadi.

Malam semakin larut, paroh malam terlewati sudah. Sebagian penghuni bumi ini melepas penat, istirahat, mencoba mengembalikan dan mengumpulkan stamina untuk mengarungi asa sepanjang hari esoknya.

Suara takbir masih saja menggema, seolah tak sabar lagi menyongsong esok pagi. Rintik hujan sudah mulai mereda. Dibawah tenda tempat alat pengeras suara diletakkan, tinggal anak-anak yang merubungnya. Suara mereka sudah mula serak, barangkali tenggorokan sudah kering, atau barangkali kantuk dan letih sudah menyergap mereka. Hanya semangat dan kesenangan karena bisa melepas suara lewat loudspeakerlah yang membuat mereka betah meski malam telah larut bahkan fajar menjelang.

Loudspeaker masih saja nyaring menyentak, mengoyak keheningan malam. Pekikan parau, serak dan nyaris tanpa irama dan nada takbir terus meghiasi malam yang Agung. Terhitung tiga kali aku tersentak, terjaga dari tidur yang memang tidak begitu lelap. Aku lihat jam menunjukkan pukul 03.45, sebentar lagi masuk Subuh,meski badan ini terasa penat dan tidur terasa masih sangat kurang, aku ambil air wudlu. Ditengah "berisik" gema Takbir yang masih saja dengan setianya menghias malam, aku mencoba memusatkan rasa dan karsa mendirikan sholat malam, melantunkan wirid, hingga suara adzan yang merdu dan hikmad menggantikan dentaman gema takbir.

Subuh telah tiba..... Allohu Akbar... Allohu Akbar.....Allohu Akbar Walillahilhamd.

Tanah lapang meski basah dan sedikit becek..mulai semarak.... Gema Takbir..meng Agungkan Asma Nya.. terasa segar meresap di sanubari................. Seandainya... yaa... sandainya semalam Gema itu mengalun lebih jernih..lebih merdu..dan lebih nyaman tertangkap dikendangan telinga ini...ahhh akan lebih meresap lagi di hati ini... ahhh....maafkan saya... maafkan kami.... terutama..kepada saudara-saudara saya yang tidak bisa menikmati atau bahkan tidak berkepentingan dengan Gema semalam.

Allohu Akbar--- Allohu Akbar..... Allohu Akbar...... Lailaha Ilallohu Allohu Akbar....... Allohu Akbar Walillahilhamd.

Tidak ada komentar: